Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Tampilan Terbaik Dengan Mozilla Firefox dan Google Chrome ------ Silahkan Share Artikel Dengan Tombol Social Media Yang Tersedia

Efek samping dan bahaya minyak zaitun palsu

Pemalsuan minyak zaitun extra virgin merupakan hal yang telah lama terjadi dalam perdagangan minyak zaitun secara internasional. Tingginya harga minyak zaitun extra virgin sering dijadikan sebagai cadangan kekayaan sejak jaman dulu, oleh karenanya sering minyak zaitun extra virgin disebut sebagai emas cair (liquid gold). Peningkatan harga yang nyaris terjadi setiap tahunnya , juga menjadi salah satu faktor penyebab semakin tingginya harga minyak zaitun extra virgin.

Jenis minyak zaitun yang dipalsukan adalah jenis minyak zaitun extra virgin yang memilki kandungan nutrisi yang tinggi. Jenis minyak zaitun sulingan (refinned) jarang dipalsukan karena memiliki level tingkatan kualitas seperti layaknya minyak nabati sulingan lainnya, seperti minyak sawit, minya kedelai, minyak biji bunga matahari dll.

Minyak zaitun sulingan terdiri dari beberapa kualitas (baca jenis minyak zaitun ) pada perdagangannya digunakan label jenis antara lainnya  “PURE”,”OLIVE OIL”,”EXTRA LITE/LITE” ,  “EXTRA MILD/MILD”. Jenis minyak lainya yang dihasilkan dari buah zaitun adalah minyak “POMACE” dan “LAMPANTE” yang merupakan minyak dengan kualitas terendah yang dihasilkan dari pengolahan limbah zaitun dan di produksi untuk keperluan industri (bukan untuk konsumsi langsung).

Kebanyakan methode pemalsuan adalah dengan melakukan pemalsuan label jenis dan pencampuran dengan jenis minyak nabati ataupun minyak zaitun sulingan lainnya yang lebih murah. Pemalsuan produk adalah hal yag sangat merugikan konsumen dan berpotensi membahayakan kesehatan, mengingat adanya potensi reaksi tubuh akibat penggunaan bahan baku murah produk palsu yang mengandung bahan kimia additif. Kandungan zat kimia pada bahan baku dari sumber tidak jelas pada produk palsu inilah yang kemungkinan akan memberikan efek ringan hingga berbahaya pada anggota tubuh penggunanya.

Resiko pada penggunaan external (kulit) dapat mulai dari iritasi hingga reaksi alergi yang dapat merusak kesehatan dan keindahan kulit. Pada penggunaan internal (konsumsi langsung)  dapat memberikan efek yang lebih buruk bahkan mematikan, khususnya jika yang digunakan adalah minyak dengan konsentrasi kimia tinggi yang berpotensi merusak organ vital seperti ginjal dan hati. Hal ini penah terjadi pada sekitar tahun 1980-an di Spanyol yaitu pencampuran minyak zaitun sulingan dengan minyak nabati terkontaminasi ,mengakibatkan lebih dari 1.000 orang meninggal. (baca: http://www.theguardian.com/education/2001/aug/25/research.highereducation)

Pada kasus pemalsuan minyak sulingan terakhir yang terjadi di Indonesia pada pemberitaan media antara tanggal 1- 4 April 2015 (baca http://www.zaitun.info/kasus-minyak-zaitun-palsu-merebak-di-pasaran-indonesia/) digunakan minyak sawit sebagai minyak zaitun palsu pada salah satu brand jenis minyak zaitun sulingan pengemasan ulang di Indonesia dengan kode izin MD.

Izin edar MD dan PIRT adalah izin edar lokal , Indonesia tidak memiliki perkebunan zaitun , maka dapat disimpulkan produk dengan izin edar lokal merupakan produk pengemasan ulang minyak zaitun import. Pada banyak produk pengemasan ulang masa kadaluarsa dihitung dari tanggal pengemasan ulang di Indonesia, sedangkan pada produk import langsung masa kadaluarsa dihitung dari tanggal produksi di pabrik luar negari/eksportir. Harus diperhatikan pada produk pengemasan ulang masa kadaluarsa akan menjadi semakin singkat mengingat adanya rentang waktu yang panjang dari penyimpanan di gudang pabrik asal, pengapalan, penyimpanan di gudang pengemasan ulang, sehingga disimpulkan masa kadaluarsa dari produk pengemasan ulang akan sulit di pertanggungjawabkan dan jika sesuai kaidah hitungan maka akan lebih pendektidak akan mungkin mencapai 36 bulan (3 tahun).

Secara fungsi baik minyak sawit dan minyak zaitun sulingan merupakan bukan minyak untuk dikonsumsi langsung akan tetapi digunakan sebagai media memasak dan menumis makanan.  Efek samping akan dirasakan akibat pemalsuan minyak zaitun palsu dengan dengan minyak sawit ini, saat konsumen menggunakan untuk memasak dalam jangka waktu yang lama, karena sifat dari minyak sawit yang tidak menyehatkan dengan merangsang peningkatan kolesterol “jahat”, maka bukan manfaat yang ditimbulkan akan tetapi terjadi sebaliknya yaitu peningkatan kadar kolesterol jahat yang berimplikasi timbulnya penyakit lainnya seperti, obesitas, stroke,  kolesterol dsb.

Banyak kemungkinan lainnya dari efek samping minyak zaitun palsu yang dapat membahayakan kesehatan konsumen, oleh karena itu, hendaknya dalam membeli untuk lebih berhati-hati agar terhindar dari pemalsuan produk yang semakin canggih.

Pada beberapa literatur dilaporkan adanya reaksi alergi (baca) yang diduga sebagai akibat dari kontak/mengkonsumsi minyak zaitun, akan tetapi pada kenyataannya hal ini terjadi disebabkan bukan oleh minyak zaitun secara langsung.

Kecenderungan timbulnya alergi minyak zaitun sangatlah jarang dilaporkan, dari beberapa kasus yang ada disimpulkan bahwa dugaan alergi ini lebih diakibatkan dari serbuk sari buah zaitun dan hanya timbul pada daerah bersinggungan langsung dengan perkebunan zaitun, dugaan alergi lainnya dapat dijelaskan dikarenakan penggunaan  minyak zaitun extravirgin palsu atau dicampur dengan minyak nabati dari kacang-kacangan. Pemicu alergi pada makanan adalah kandungan protein yang ada ,pada penggunaan minyak zaitun extra virgin murni/asli, kemungkinan timbulnya alergi sangat rendah dengan berdasarkan fakta minyak zaitun extra virgin murni hanya memiliki kandungan protein sangat rendah yaitu hanya sekitar 2%. Dapat disimpulkan kemungkinan terjadinya reaksi negatif pada minyak zaitun extra virgin asli/murni sangatlah rendah , sebaliknya pada minyak zaitun jenis lainnya?minyak zaitun sulingan (selain extra virgin)  dan  minyak zaitun extra virgin kualitas rendah (campuran,asli tapi palsu) ada kemungkinan terjadi efek yang tidak diharapkan dihubungkan dengan fakta adanya kandungan zat kimia, protein kacang-kacangan dsb.

Hal sangat penting  yang  harus diingat dan diperhatikan saat Anda mengkonsumsi minyak zaitun ekstra virgin sebagai makanan sehat dan tujuan pengobatan adalah sebagai berikut:


-Jenis terbaik dari minyak zaitun adalah minyak zaitun ekstra virgin, yang diproduksi sebagai ekstraksi pertama dari juice buah zaitun segar (EKSTRA VIRGIN) dan tanpa proses yang mengakibatkan peningkatan suhu (FIRST COLD PRESSED).


-Pastikan bahwa minyak zaitun yang dikonsumsi merupakan minyak zaitun asli/murni dari jenis ekstra virgin yang diproduksi tanpa campuran apapun seperti campuran minyak lain, pewarna, perasa, pengawet dsb. Tidak ada jaminan keaslian sekalipun produk yang Anda beli adalah sangat mahal, produk import, berlabel kemasan tertulis  ekstra virgin dan penjelasan brosur yang bombastis. Minyak zaitun ekstra virgin yang telah dicampur dengan bahan tambahan menimbulkan resiko kesehatan, bahkan adanya indikasi penggunaan zat kimia seperti pengawet, pewarna, perasa dsb dapat beresiko menimbulkan kanker. Baca bahan kimia pada minyak zaitun


-Cara sederhana mendapatkan minyak zaitun ekstra virgin murni adalah dengan memilih minyak zaitun dengan sertifikasi organik karena minyak zaitun organik hanya ada pada jenis extra virgin, jadi dapat disimpulkan bahwa, "minyak zaitun organik pasti minyak zaitun extra virgin asli/murni", akan tetapi minyak zaitun extra virgin belum tentu organik , dengan kata lain adanya sertifikasi minyak zaitun organik dari lembaga independen terakreditasi memberikan pengakuan kuat bahwa minyak zaitun organik bersangkutan masuk dalam kategori jenis minyak zaitun extra virgin , karena secara tidak langsung ikut terserfikasi sebagai jenis minyak zaitun extra virgin, hal ini sangat penting ditengah maraknya produk minyak zaitun extra virgin palsu dan berkualitas rendah (campuran). -Minyak zaitun organik merupakan minyak zaitun dengan kualitas tinggi yang harus selalu didukung dengan sertifikasi lembaga independent terakreditasi sebagai pengakuannya. Produk organik yang diproduksi tanpa zat pengawet sangat membutuhkan tambahan pelindung baik berbentuk tabung pelindung ataupun botol dengan warna gelap untuk mengurangi resiko pengaruh cahaya dan fluktuasi suhu. Oleh karena itu biasanya produsen minyak zaitun organik selalu memberikan tambahan perlindungan untuk menjaga kualitas produknya ,namun harus juga diperhatikan adanya beberapa kasus penggunaan botol berpewarna gelap justru digunakan untuk menyembunyikan kualitas rendah dari produk minyak zaitun.


Pada ekstraksi minyak zaitun ekstra virgin dengan cara tekan konvensional (tradisional) akan selalu didapatkan endapan partikel sangat halus dari serat buah zaitun yang kadang terlihat didasar kemasan botol transparan seperti kabut tipis yang dapat segera hilang jika botol kemasan beberapa kali dibolak-balikan/digoncangkan. Adanya endapan/sediment di dasar botol pada produk minyak zaitun ekstra virgin dapat juga diartikan sebagai ciri minyak zaitun ekstra virgin segar yang baru saja melalui proses ekstraksi ,biasanya berumur kurang dari 1 bulan dihitung dari tanggal proses ekstraksinya, lalu kemudian segera dikemas kedalam botol. Pada industri pengolahan minyak zaitun skala besar yang ditandai dengan kepemilikan banyak merk dagang atas produk minyak zaitun (daftar merk produk dapat dilihat pada website produsen bersangkutan) ,biasanya dilakukan penyimpanan minyak zaitun dalam jumlah besar sebagai pengamanan stock dalam jangka waktu tertentu. Pada hasil ekstraksi minyak zaitun ektra virgin yang telah disimpan lebih lama ( diatas 3 bulan) maka endapan sedimen partikel halus dari serat buah zaitun akan terkumpul mengendap didasar tangki penyimpanan bukan di botol kemasan.


Minyak zaitun organik bersertifikat organik yang dapat diverifikasi dapat dipastikan akan selalu jenis minyak zaitun ekstra virgin asli/murni tanpa bahan tambahan apapun seperti campuran minyak zaitun kualitas rendah/minyak nabati lain, tambahan bahan pengawet, pewarna, perasa dsb.


-Sebaiknya hanya membeli minyak zaitun dengan ukuran yang mampu dikonsumsi dalam 30 hari setelah kemasan dibuka untuk menghindari penurunan kualitas nutrisi akibat proses buka tutup kemasan (oksidasi) selama masa pengkonsumsian.


-Hindari produk repacking tanpa asal bahan baku yang jelas dapat dibuktikan, standarisasi kualitas yang jelas, maupun tanpa izin dari pihak berwenang seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM.


-Hindari kemasan dengan bahan baku beresiko kontaminasi seperti kemasan plastik, kaleng dst.


-Hindari paparan panas dan cahaya langsung pada minyak zaitun agar nutrisinya tidak rusak. Simpanlah minyak zaitun dalam kondisi suhu ruangan dan gelap gulita.