Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Tampilan Terbaik Dengan Mozilla Firefox dan Google Chrome ------ Silahkan Share Artikel Dengan Tombol Social Media Yang Tersedia

Minyak nabati yang digunakan sebagai bahan campuran minyak zaitun

Minyak zaitun merupakan salah satu dari makanan yang paling banyak dipalsukan. Nilainya yang tinggi dipasaran merupakan alasan yang cukup mendasar bagi sebagian orang untuk melakukan pemalsuan atas minyak zaitun. Kelangkaannya dipasaran akibat berbagai faktor seperti perubahan cuaca , peperangan dan hama penyakit  meningkatkan harga minyak zaitun ke tingkat yang sangat tinggi dibandingkan pada masa-masa sebelumnya. Indikasi pemalsuan minyak zaitun yang sebagian besarnya pada jenis minyak zaitun extra virgin telah banyak ditemukan di perdagangan antar negara.

Pemalsuan minyak zaitun dilakukan dengan beberapa cara yang antara lainnya :

– Pemalsuan label jenis minyak zaitun misalnya dengan memberi label jenis minyak zaitun virgin menjadi extra virgin, pomace menjadi pure, dsb.

-Penggunaan pewarna sintetis (biasanya warna hijau) dan campuran minyak extra virgin untuk memperbaiki aroma dan rasa pada minyak nabati dengan berbagai campuran minyak yang tidak diketahui jenisnya.

-Mencampur bahan baku minyak zaitun extra virgin dengan minyak zaitun sulingan(minyak berkualitas rendah) atau  dengan bahan minyak nabati lainnya, seperti minyak sawit, minyak kedelai, minyak biji bunga matahari, minyak kacang hijau, minyak canola dst.

-Walaupun pencampuran minyak zaitun kadaluarsa tidak dapat dikatakan pemalsuan secara langsung, akan tetapi lebih pada pemalsuan kualitas , maka adanya produk yang dicampur minyak zaitun lama (expired) merupakan salah satu modus yang juga terjadi, kebanyakan korbannya adalah produsen dalam negeri yang menghasilkan produk pengemasan ulang minyak zaitun , yang  pada umumnya selalu mencari sumber bahan baku minyak zaitun curah murah dengan kemasan jerigen yang tidak memiliki kejelasan kualitas dan asal usul produsen yang sangat sulit di verifikasi .

-Penggunaan botol berpewarna untuk menghindari pendeteksian warna minyak zaitun secara visual .

-dst

Pendeteksian secara visualisasi merupakan salah satu cara untuk dapat mengetahui akan kualitas minyak zaitun, khususnya jenis extra virgin, walaupun cara ini tetaplah tidak dapat menjamin 100% bahwa minyak zaitun yang Anda beli merupakan minyak zaitun extra virgin murni dikarenakan semakin canggihnya teknologi pewarna sintetis..  Untuk ilustrasi silahkan Anda amati gambar dibawah ini:

olive

  • A adalah minyak zaitun  berpewarna,
  • B adalah minyak zaitun extra virgin murni dari buah zaitun dengan kematangan sedang.
  • C adalah minyak zaitun extra virgin murni dari buah zaitun yang hampir matang.       (lihat bahan baku minyak zaitun)

Walaupun telah adanya fakta bahwa ada pengaruh dari paparan intesitas cahaya yang sangat masiv terhadap minyak zaitun extra virgin ,seperti cahaya matahari langsung, akan beresiko dapat mengurangi kualitas minyak zaitun , akan  tetapi sebagian besar produsen minyak zaitun tetap menggunakan kemasan tembus pandang, dengan tujuan agar konsumen dapat melakukan deteksi kualitas secara visual.

Sebagian besar modus pemalsuan minyak zaitun adalah dengan cara mencampur dengan minyak nabati lainnya ,seperti dengan  minyak jagung, minyak hazelnut,minyak  vco, minyak kelapa sawit dan minyak kedelai. Setelah dilakukan pencampuran sering dilakukan perbaikan aroma dan warna dengan menambahkan minyak zaitun extra virgin dan pewarna sintetis (hijau ataupun kuning).

colored-cooking-oilsMinyak zaitun diantara minyak nabati berpewarna

Pemalsuan minyak zaitun sangatlah sulit dibuktikan dan dideteksi khususnya pemalsuan dengan mencampurkan berbagi jenis minyak yang berasal dari buah zaitun karena sifat dasar substansi minyak nabati yang sangat mudah bercampur, akan tetapi hal ini akan mudah terdeteksi di laboratorium. Bagi orang yang telah terbiasa mengkonsumsi minyak zaitun akan lebih mungkin dapat mendeteksi minyak zaitun berkualitas buruk melalui aroma , warna dan citarasanya, tetapi tetap tidak ada jaminan 100% bahwa pemalsuan minyak zaitun dapat di deteksi oleh seorang ahli dalam bidang minyak zaitun sekalipun.

Walaupun berbagai langkah antisipasi telah dilakukan oleh berbagai pihak melalui berbagai macam sertifikasi, tetap tidak ada jaminan bahwa konsumen dapat terhindar dari penggunaan minyak zaitun palsu, akan tetapi setidaknya konsumen dapat meminimalisir resiko menjadi korban pemalsuan minyak zaitun palsu dengan memilih produk yang telah mendapatkan sertifikasi dan pengawasan dari lembaga independen terakreditasi. (lihat sertifikasi).

Memilih produk dengan produsen yang jelas , memiliki berbagai sertifikasi dan terdaftar secara legal pada Badan Pengawas Obat dan Makanan Dep Kes RI (BPOM) adalah merupakan cara yang paling bijaksana dalam memilih produk minyak zaitun, khusus produk BALSARI yang memiliki beberapa sertifikasi Internasional dan terdaftar pada BPOM RI memberikan jaminan akan kelayakan dan keaslian produk minyak zaitun yang asli.

Cara termudah mendapatkan minyak zaitun ekstra virgin asli adalah dengan memilih minyak zaitun ekstra virgin bersertifikat organik yang dikeluarkan oleh institusi terakreditasi internasional.

Minyak zaitun organik hanya ada pada jenis extra virgin, jadi dapat disimpulkan minyak zaitun organik dipastikan minyak zaitun extra virgin, akan tetapi minyak zaitun extra virgin belum tentu organik, dengan kata lain adanya sertifikasi minyak zaitun organik dari lembaga independen terakreditasi (seperti ICEA) memberikan pengakuan kuat bahwa minyak zaitun organik bersangkutan masuk dalam kategori jenis minyak zaitun extra virgin , karena secara tidak langsung  secara otomatis ikut terserfikasi sebagai jenis minyak zaitun extra virgin, mengingat banyaknya pemalsuan labelisasi minyak zaitun extra virgin yang juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar produsen minyak zaitun. ( baca pada bagian artikel)

 

Hal sangat penting  yang  harus diingat dan diperhatikan saat Anda mengkonsumsi minyak zaitun ekstra virgin sebagai makanan sehat dan tujuan pengobatan adalah sebagai berikut:


-Jenis terbaik dari minyak zaitun adalah minyak zaitun ekstra virgin, yang diproduksi sebagai ekstraksi pertama dari juice buah zaitun segar (EKSTRA VIRGIN) dan tanpa proses yang mengakibatkan peningkatan suhu (FIRST COLD PRESSED).


-Pastikan bahwa minyak zaitun yang dikonsumsi merupakan minyak zaitun asli/murni dari jenis ekstra virgin yang diproduksi tanpa campuran apapun seperti campuran minyak lain, pewarna, perasa, pengawet dsb. Tidak ada jaminan keaslian sekalipun produk yang Anda beli adalah sangat mahal, produk import, berlabel kemasan tertulis  ekstra virgin dan penjelasan brosur yang bombastis. Minyak zaitun ekstra virgin yang telah dicampur dengan bahan tambahan menimbulkan resiko kesehatan, bahkan adanya indikasi penggunaan zat kimia seperti pengawet, pewarna, perasa dsb dapat beresiko menimbulkan kanker. Baca bahan kimia pada minyak zaitun


-Cara sederhana mendapatkan minyak zaitun ekstra virgin murni adalah dengan memilih minyak zaitun dengan sertifikasi organik karena minyak zaitun organik hanya ada pada jenis extra virgin, jadi dapat disimpulkan bahwa, "minyak zaitun organik pasti minyak zaitun extra virgin asli/murni", akan tetapi minyak zaitun extra virgin belum tentu organik , dengan kata lain adanya sertifikasi minyak zaitun organik dari lembaga independen terakreditasi memberikan pengakuan kuat bahwa minyak zaitun organik bersangkutan masuk dalam kategori jenis minyak zaitun extra virgin , karena secara tidak langsung ikut terserfikasi sebagai jenis minyak zaitun extra virgin, hal ini sangat penting ditengah maraknya produk minyak zaitun extra virgin palsu dan berkualitas rendah (campuran). -Minyak zaitun organik merupakan minyak zaitun dengan kualitas tinggi yang harus selalu didukung dengan sertifikasi lembaga independent terakreditasi sebagai pengakuannya. Produk organik yang diproduksi tanpa zat pengawet sangat membutuhkan tambahan pelindung baik berbentuk tabung pelindung ataupun botol dengan warna gelap untuk mengurangi resiko pengaruh cahaya dan fluktuasi suhu. Oleh karena itu biasanya produsen minyak zaitun organik selalu memberikan tambahan perlindungan untuk menjaga kualitas produknya ,namun harus juga diperhatikan adanya beberapa kasus penggunaan botol berpewarna gelap justru digunakan untuk menyembunyikan kualitas rendah dari produk minyak zaitun.


Pada ekstraksi minyak zaitun ekstra virgin dengan cara tekan konvensional (tradisional) akan selalu didapatkan endapan partikel sangat halus dari serat buah zaitun yang kadang terlihat didasar kemasan botol transparan seperti kabut tipis yang dapat segera hilang jika botol kemasan beberapa kali dibolak-balikan/digoncangkan. Adanya endapan/sediment di dasar botol pada produk minyak zaitun ekstra virgin dapat juga diartikan sebagai ciri minyak zaitun ekstra virgin segar yang baru saja melalui proses ekstraksi ,biasanya berumur kurang dari 1 bulan dihitung dari tanggal proses ekstraksinya, lalu kemudian segera dikemas kedalam botol. Pada industri pengolahan minyak zaitun skala besar yang ditandai dengan kepemilikan banyak merk dagang atas produk minyak zaitun (daftar merk produk dapat dilihat pada website produsen bersangkutan) ,biasanya dilakukan penyimpanan minyak zaitun dalam jumlah besar sebagai pengamanan stock dalam jangka waktu tertentu. Pada hasil ekstraksi minyak zaitun ektra virgin yang telah disimpan lebih lama ( diatas 3 bulan) maka endapan sedimen partikel halus dari serat buah zaitun akan terkumpul mengendap didasar tangki penyimpanan bukan di botol kemasan.


Minyak zaitun organik bersertifikat organik yang dapat diverifikasi dapat dipastikan akan selalu jenis minyak zaitun ekstra virgin asli/murni tanpa bahan tambahan apapun seperti campuran minyak zaitun kualitas rendah/minyak nabati lain, tambahan bahan pengawet, pewarna, perasa dsb.


-Sebaiknya hanya membeli minyak zaitun dengan ukuran yang mampu dikonsumsi dalam 30 hari setelah kemasan dibuka untuk menghindari penurunan kualitas nutrisi akibat proses buka tutup kemasan (oksidasi) selama masa pengkonsumsian.


-Hindari produk repacking tanpa asal bahan baku yang jelas dapat dibuktikan, standarisasi kualitas yang jelas, maupun tanpa izin dari pihak berwenang seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM.


-Hindari kemasan dengan bahan baku beresiko kontaminasi seperti kemasan plastik, kaleng dst.


-Hindari paparan panas dan cahaya langsung pada minyak zaitun agar nutrisinya tidak rusak. Simpanlah minyak zaitun dalam kondisi suhu ruangan dan gelap gulita.