Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Tampilan Terbaik Dengan Mozilla Firefox dan Google Chrome ------ Silahkan Share Artikel Dengan Tombol Social Media Yang Tersedia

Potensi alergi dari minyak zaitun

Pertanyaan :Jika seseorang alergi terhadap buah zaitun, minyak zaitun juga harus dihindari? Apakah minyak mengandung jejak protein dari zaitun, atau hanya lemak?

Jawab:Dalam tinjauan ekstensif literatur, dugaan alergi serius buah zaitun sebagai makanan sangat jarang dilaporkan. Ada tiga dugaan laporan kasus orang-orang yang bereaksi terhadap konsumsi BUAH ZAITUN,  satu laporan yang menjelaskan alergi terhadap SERBUK SARI BUAH ZAITUN , dan satu kasus penyakit saluran napas pada pekerja pabrik pengolahan minyak zaitun. Reaksi alergie kulit– seperti dermatitis  atau gatal-gatal – akibat kontak dengan minyak zaitun merupakan hal yang jarang dan tidak umum terjadi.

Hal yang sering terlihat jelas adalah, adanya reaksi alergi musiman saat bunga buah zaitun berkembang, sehingga serbuk sarinya ikut terhirup saat bernafas, hal inilah yang sering mengakibatkan reaksi alergi di daerah perkebunan zaitun. Latar belakang alergi lainnya yang dicurigai/diduga (belum ada bukti kuat) adalah adanya alergen yang timbul saat proses produksi yaitu saat pencucian buah zaitun dan proses melumatkannya hingga menjadi pasta yang kemudian diperas melalui proses mekanik dingin (cold pressed) hingga menghasilkan tetes demi tetes zaitun, hingga menjadi banyak. Minyak zaitun (extra virgin) kemudian dipisahkan dari air buah dan ampas padatan.

Melalui proses pemerasan dingin ini diperkirakan didapatkan  protein zaitun (yang diduga pemicu alergi).

Sedikitnya protein zaitun yang dihasilkan (dari proses ekstraksi) yaitu sekitar 2% dapat di hubungkan  sebagai dasar sebab rendahnya potensi timbulnya alergi (dari minyak zaitun).

Literatur juga mencatat dugaan penderita alergi makanan BUAH ZAITUN , akan tetapi hanya sedikit yang dilaporkan mengalami reaksi alergi dengan minyak zaitun.

Kesimpulannya:

Jawaban atas pertanyaan diatas adalah

Memang ada kemungkinan seseorang terdiagnosis alergi buah zaitun (melalui tes kulit dan / atau tes konsumsi makanan), akan tetapi  kemungkinan alergi minyak zaitun sendiri sebenarnya  sangat rendah (karena sangat sedikitnya kandungan protein minyak zaitun).

Namun, untuk amannya,  para peneliti di sarankan melakukan pengujian diagnostik yang sama seperti pada buah zaitun , juga dilakukan dengan minyak zaitun.

========================================================
Kesimpulan singkat:
Dr Mehmed Oz mengatakan bahwa kenyataannya ada minyak zaitun terkontaminasi atau sengaja dicampur dengan minyak yang mengandung protein , seperti pada minyak kaca-kacangan , mengakibat timbulnya reaksi alergi. Dari pengetesan kemurnian  207  minyak zaitun extra virgin selama 3 tahun, didapatkan  65% minyak zaitun extra virgin (EVOO) di pasar Amerika Serikat ternyata tidak dapat di kualifikasikan sebagai jenis extra virgin dengan kata lain minyak bersangkutan adalah minyak zaitun extra virgin palsu. Minyak zaitun extra virgin kemungkinan dicampur dengan minyak kacang-kacangan yang mengakibatkan reaksi alergi.
Reaksi alergi dapat juga timbul pada minyak zaitun sulingan yang sering dilakukan pencampuran dengan minyak nabati  lainnya, salah satunya adalah minyak kacang tanah , kacang kedelai, kacang hijau dst. Protein yang berasal dari minyak kacang-kacangan inilah yang sering memicu reaksi alergi.
Hal lain yang dicurigai adalah keberadaan bahan kimia tambahan yang dicurigai juga sebagai faktor pemicu reaksi alergi , bahan kimia tambahan (additif) yang dicampurkan pada minyak zaitun seperti pengawet , pewarna dan perasa, .
Hal sangat penting  yang  harus diingat dan diperhatikan saat Anda mengkonsumsi minyak zaitun ekstra virgin sebagai makanan sehat dan tujuan pengobatan adalah sebagai berikut:


-Jenis terbaik dari minyak zaitun adalah minyak zaitun ekstra virgin, yang diproduksi sebagai ekstraksi pertama dari juice buah zaitun segar (EKSTRA VIRGIN) dan tanpa proses yang mengakibatkan peningkatan suhu (FIRST COLD PRESSED).


-Pastikan bahwa minyak zaitun yang dikonsumsi merupakan minyak zaitun asli/murni dari jenis ekstra virgin yang diproduksi tanpa campuran apapun seperti campuran minyak lain, pewarna, perasa, pengawet dsb. Tidak ada jaminan keaslian sekalipun produk yang Anda beli adalah sangat mahal, produk import, berlabel kemasan tertulis  ekstra virgin dan penjelasan brosur yang bombastis. Minyak zaitun ekstra virgin yang telah dicampur dengan bahan tambahan menimbulkan resiko kesehatan, bahkan adanya indikasi penggunaan zat kimia seperti pengawet, pewarna, perasa dsb dapat beresiko menimbulkan kanker. Baca bahan kimia pada minyak zaitun


-Cara sederhana mendapatkan minyak zaitun ekstra virgin murni adalah dengan memilih minyak zaitun dengan sertifikasi organik karena minyak zaitun organik hanya ada pada jenis extra virgin, jadi dapat disimpulkan bahwa, "minyak zaitun organik pasti minyak zaitun extra virgin asli/murni", akan tetapi minyak zaitun extra virgin belum tentu organik , dengan kata lain adanya sertifikasi minyak zaitun organik dari lembaga independen terakreditasi memberikan pengakuan kuat bahwa minyak zaitun organik bersangkutan masuk dalam kategori jenis minyak zaitun extra virgin , karena secara tidak langsung ikut terserfikasi sebagai jenis minyak zaitun extra virgin, hal ini sangat penting ditengah maraknya produk minyak zaitun extra virgin palsu dan berkualitas rendah (campuran). -Minyak zaitun organik merupakan minyak zaitun dengan kualitas tinggi yang harus selalu didukung dengan sertifikasi lembaga independent terakreditasi sebagai pengakuannya. Produk organik yang diproduksi tanpa zat pengawet sangat membutuhkan tambahan pelindung baik berbentuk tabung pelindung ataupun botol dengan warna gelap untuk mengurangi resiko pengaruh cahaya dan fluktuasi suhu. Oleh karena itu biasanya produsen minyak zaitun organik selalu memberikan tambahan perlindungan untuk menjaga kualitas produknya ,namun harus juga diperhatikan adanya beberapa kasus penggunaan botol berpewarna gelap justru digunakan untuk menyembunyikan kualitas rendah dari produk minyak zaitun.


Pada ekstraksi minyak zaitun ekstra virgin dengan cara tekan konvensional (tradisional) akan selalu didapatkan endapan partikel sangat halus dari serat buah zaitun yang kadang terlihat didasar kemasan botol transparan seperti kabut tipis yang dapat segera hilang jika botol kemasan beberapa kali dibolak-balikan/digoncangkan. Adanya endapan/sediment di dasar botol pada produk minyak zaitun ekstra virgin dapat juga diartikan sebagai ciri minyak zaitun ekstra virgin segar yang baru saja melalui proses ekstraksi ,biasanya berumur kurang dari 1 bulan dihitung dari tanggal proses ekstraksinya, lalu kemudian segera dikemas kedalam botol. Pada industri pengolahan minyak zaitun skala besar yang ditandai dengan kepemilikan banyak merk dagang atas produk minyak zaitun (daftar merk produk dapat dilihat pada website produsen bersangkutan) ,biasanya dilakukan penyimpanan minyak zaitun dalam jumlah besar sebagai pengamanan stock dalam jangka waktu tertentu. Pada hasil ekstraksi minyak zaitun ektra virgin yang telah disimpan lebih lama ( diatas 3 bulan) maka endapan sedimen partikel halus dari serat buah zaitun akan terkumpul mengendap didasar tangki penyimpanan bukan di botol kemasan.


Minyak zaitun organik bersertifikat organik yang dapat diverifikasi dapat dipastikan akan selalu jenis minyak zaitun ekstra virgin asli/murni tanpa bahan tambahan apapun seperti campuran minyak zaitun kualitas rendah/minyak nabati lain, tambahan bahan pengawet, pewarna, perasa dsb.


-Sebaiknya hanya membeli minyak zaitun dengan ukuran yang mampu dikonsumsi dalam 30 hari setelah kemasan dibuka untuk menghindari penurunan kualitas nutrisi akibat proses buka tutup kemasan (oksidasi) selama masa pengkonsumsian.


-Hindari produk repacking tanpa asal bahan baku yang jelas dapat dibuktikan, standarisasi kualitas yang jelas, maupun tanpa izin dari pihak berwenang seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM.


-Hindari kemasan dengan bahan baku beresiko kontaminasi seperti kemasan plastik, kaleng dst.


-Hindari paparan panas dan cahaya langsung pada minyak zaitun agar nutrisinya tidak rusak. Simpanlah minyak zaitun dalam kondisi suhu ruangan dan gelap gulita.