Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Tampilan Terbaik Dengan Mozilla Firefox dan Google Chrome ------ Silahkan Share Artikel Dengan Tombol Social Media Yang Tersedia

Tahukah Anda ?

Tahukah Anda ?

bahwa :

1. Hanya minyak zaitun jenis EXTRA VIRGIN yang dapat digunakan untuk di konsumsi langsung bahkan tanpa dimasak sekalipun dan juga untuk penggunaan lainnya secara universal dengan berbagai macam tujuan, seperti menambah citarasa masakan, pengobatan, meningkatkan kesehatan dll.

2.Minyak zaitun EXTRA VIRGIN sering dianggap sebagai emas cair karena harganya yang semakin melambung tiap tahunnya. Tingkat permintaan pasar yang meledak tidak berimbang dengan tingkat produksi yang nyaris stagnant. Kondisi pasar semakin diperparah dengan timbulnya permintaan dari pasar negara China yang sadar akan besarnya manfaat khasiat untuk kesehatan. Peningkatan permintaan yang tidak berimbang dengan pasokan membuka celah timbulnya industri pemalsuan yang menghasilkan minyak zaitun sintetis dengan penggunaan tekhnologi modern. Pemalsuan pada perdagangan minyak zaitun internasional dalam hal ini jenis minyak zaitun EXTRA VIRGIN telah terjadi secara besar-besaran dan sistimatis dengan banyak melibatkan pabrik-pabrik besar dengan merk internasional. Anda dapat membaca mengenai pemalsuan minyak zaitun disini.

3.Sulit untuk membedakan minyak zaitun extra virgin asli/murni dengan yang palsu bagi seorang ahli sekalipun, belum lagi resiko penggunaan bahan kimia pengawet,perasa dan pengharum untuk menyamai minyak zaitun extra virgin asli yang justru memicu resiko kesehatan secara signifikan. Untuk memastikan , bahwa manfaat kesehatan dan pengobatan dari minyak zaitun EXTRA VIRGIN benar-benar didapatkan, maka mau tidak mau , ANDA dihadapkan pada pertanyaan  APAKAH ANDA YAKIN 100% , BAHWA MINYAK ZAITUN EXTRA VIRGIN YANG DIBELI ADALAH ASLI/MURNI ?  selain pertanyaan tadi , jika ANDA biasa membeli produk pengemasan ulang lokal maka akan timbul juga pertanyaan-pertanyaan lainnya antara lainnya:

-APAKAH TANGGAL EXPIREDNYA DIHITUNG DARI TANGGAL PRODUKSI BUKAN DARI TANGGAL DIKEMAS DI INDONESIA ?
-APAKAH BUKAN BERBAHAN BAKU MINYAK ZAITUN DAUR ULANG DAN BUKAN PULA OPLOSAN/CAMPURAN ?
-APAKAH BAHAN BAKUNYA SELALU BERASAL DARI PRODUSEN YANG SAMA ?
-APAKAH DIKEMAS SECARA HYGENIS SESUAI STANDAR KESEHATAN ?
-APAKAH TIDAK MENGANDUNG PENGAWET KIMIA, PEWARNA KIMIA, PEWANGI KIMIA?
-APAKAH TIDAK TERCEMAR LOGAM BERAT MAUPUN PESTISIDA 

-dan seterusnya.

Semua pertanyaan tadi tentu saja sangat berhubungan dengan keamanan pangan dan harapan akan didapatkannya manfaat kesehatan dan pengobatan dari minyak zaitun EXTRA VIRGIN yang ANDA konsumsi.

4.Pada ekstraksi minyak zaitun ekstra virgin dengan cara tekan konvensional (tradisional) akan selalu didapatkan endapan partikel  halus dari serat buah zaitun yang kadang terlihat didasar kemasan botol transparan seperti kabut tipis yang dapat segera hilang jika botol kemasan beberapa kali digoncangkan. Adanya endapan/sediment di dasar botol pada produk minyak zaitun ekstra virgin dapat juga diartikan sebagai ciri minyak zaitun ekstra virgin segar yang baru saja di ekstraksi ,biasanya berumur kurang dari 1 bulan dihitung dari tanggal  proses ekstraksinya, lalu kemudian segera dikemas kedalam botol. Pada hasil ekstraksi minyak zaitun ektra virgin yang telah disimpan lebih lama ( diatas 3 bulan) maka endapan sedimen partikel halus dari serat buah zaitun akan terkumpul mengendap didasar tangki penyimpanan bukan di botol kemasan.

 

5.Minyak zaitun extra virgin memiliki nutrisi tinggi yang sangat sensitif, untuk itu gunakan kemasan dengan kuantitas sesuai kebutuhan Anda dan sebaiknya habis dikonsumsi dalam 30 hari. Minyak zaitun merupakan minyak nabati pada umumnya yang akan mengalami proses oksidasi yang kadang mengakibatkan timbulnya aroma rancid/tengik seiring berjalannya waktu. Semakin sering pembukaan tutup kemasan akan mempercepat proses oksidasi. Produk zaitun non organik biasanya berpengawet kimia akan lebih lama bertahan, akan tetapi tidak demikian dengan produk organik yang hanya mengandalkan pengawet alaminya, oleh karena itu sangat dianjurkan menggunakan kemasan kecil sesuai kebutuhan yang dapat habis digunakan dalam 30 hari. Minyak zaitun dengan aroma rancid/tengik masih dapat digunakan/dikonsumsi selama aroma rancid/tengik ini tidak sangat kuat mendominasi aroma zaitun, akan tetapi kandungan nutrinya telah mengalami perubahan. Sebagai bahan pengawet minyak zaitun biasanya digunakan  Propyl Gallate,  Butylated hydroxyanisole (BHA) , butylated hydroxytoluene (BHT) sebagai antioksidan kimia sintetis , bahan pengawet tersebut hanya dapat dideteksi melalui uji laboratorium. Zat kimia ini berpotensi mengakibatkan masalah kesehatan. baca

6.Minyak zaitun organik hanya ada pada jenis extra virgin, jadi dapat disimpulkan minyak zaitun organik dipastikan minyak zaitun extra virgin, akan tetapi minyak zaitun extra virgin belum tentu organik, dengan kata lain adanya sertifikasi minyak zaitun organik dari lembaga independen terakreditasi (seperti ICEA) memberikan pengakuan kuat bahwa minyak zaitun organik bersangkutan masuk dalam kategori jenis minyak zaitun extra virgin , karena secara tidak langsung  secara otomatis ikut terserfikasi sebagai jenis minyak zaitun extra virgin, mengingat banyaknya pemalsuan labelisasi minyak zaitun extra virgin yang juga dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar produsen minyak zaitun. ( baca pada bagian artikel)

7.Minyak zaitun suling (pada label  tertulis Olive Oil, Pure, Extra Light, Mild , minyak zaitun tanpa penulisan jenisnya dsb) merupakan minyak yang telah melalui proses kimia dan penyulingan dengan suhu tinggi, sehingga zat -zat berguna dari minyak zaitun telah nyaris hilang menguap seluruhnya. Minyak zaitun hasil penyulingan berkualitas seperti minyak vegetable (sayur) rendah lemak lainnya seperti minyak jagung , minyak kedelai dan minyak bunga matahari, yang umumnya penggunaanya ditujukan sebagai minyak goreng.

8.Kemasan terbaik untuk minyak zaitun adalah kemasan berbahan kaca (glass bottle) dikarenakan tidak adanya resiko kontaminasi dari bahan kemasannya, mayoritas produsen minyak zaitun menggunakan kemasan botol kaca tembus pandang (transparan/jernih) untuk memberikan kebebasan bagi konsumen untuk melakukan pengamatan atas minyak zaitun secara langsung sehingga konsumen dapat mudah melakukan analisa secara visual. Alasan untuk melindungi minyak zaitun dari cahaya merupakan alasan yang nyaris terbantahkan karena penggunaan kemasan transparan di hampir seluruh produk minyak zaitun dunia. Cahaya yang berpotensi merusak minyak zaitun adalah cahaya ultra violet langsung dan cahaya mengandung panas, sedangkan cahaya ruangan secara wajar tidak memberikan pengaruh secara signifikan, kesalahan fatal sering terjadi di toko penjual dengan memajang produk minyak zaitun di etalasi yang terpapar langsung sinar matahari. Penggunaan kemasan berupa botol kaca berwarna lebih cenderung beralasan sebagai strategi pemasaran untuk memikat konsumen  atau mungkin “menutupi kualitas minyak zaitun” yang dikemas. Cara yang paling efektif melindungi minyak zaitun adalah hanya dengan menyimpannya dalam kondisi gelap total, sedangkan botol kaca berwarna tetap dapat ditembus oleh cahaya.

9. Ada sebagian minyak zaitun jenis VIRGIN dan POMACE yang diproduksi hanya untuk tujuan industri seperti untuk bahan kosmetik , bahan bakar (bio diesel) dsb, yang sangat tidak layak konsumsi karena adanya penggunaan bahan kimia tertentu. (baca)

10. Zaitun terbaik sebagian besarnya dihasilkan dari daerah di kawasan mediterania Timur yang antara lainnya seperti negara Palestina, Syria, Turki, Yunani ,Lebanon dan Cyprus. Penggunaan pewarna (warna hijau) dan pencampuran dengan minyak zaitun EXTRA VIRGIN pada minyak zaitun kualitas rendah untuk meniru karakter minyak zaitun EXTRA VIRGIN  dari daerah mediterania timur yang berwarna hijau keemasan .

11.Tingginya kandungan antioksidan khususnya polyphenols pada minyak zaitun merupakan salah satu indikasi kuat akan kualitas minyak zaitun extra virgin yang ditandai dengan kecenderungan rasa agak pahit , getir /pedas. Polyphenols merupakan salah satu zat penting yang diandalkan untuk menetralisir kolesterol, asam urat, pengencer darah, anti peradangan (anti inflammatory) dan pencegah kanker. (baca) Sayangnya , zat “polyphenol” ini sangat sensitif terhadap perubahan suhu dan terpengaruh dengan cahaya, zat ini akan semakin berkurang seiring umur minyak zaitun. Polyphanol merupakan salah satu zat pengawet alami dari minyak zaitun, penyimpanan pada suhu ruangan dan dalam kondisi gelap akan sangat membantu mempertahankan kandungan zat ini, sekaligus mempertahan kondisi dari minyak zaitun.

12. Salah satu methode pengklasifikasian jenis minyak zaitun adalah dengan bersandar pada kadar asam. Kadar asam (acidity) yang dimaksud dalam hal ini adalah asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acids) yang memiliki banyak nama antara lain asam oleat, asam oleik  (oleic acid) dan omega 9. Omega 9 adalah  asam lemak tak jenuh tunggal yang sangat baik bagi kesehatan, khususnya jantung  dan tidak berbahaya untuk kesehatan lambung. (baca)

13.Tidak ada ukuran/dosis dalam mengkonsumsi minyak zaitun extra virgin, untuk mendapatkan sebagian khasiat minyak zaitun extra virgin, direkomendasian mengkonsumsinya minimal 2 sendok makan/hari atau sebaiknya lebih ,  Anda dapat menuangkan satu atau dua sendok teh/makan (sesuai selera) MINYAK ZAITUN EXTRA VIRGIN beberapa saat setelah hidangan selesai dimasak dan tidak terlalu panas (misalnya pada mie goreng/mie rebus). Seiring waktu  , Anda akan semakin terbiasa dengan citarasa dan aromanya yang khas.

14.Menurut International Olive Oil Council (IOOC) yaitu lembaga yang melakukan standarisasi internasional minyak zaitun, maka salah satu karakteristik  jenis minyak zaitun EXTRA VIRGIN adalah memiliki kadar asam tidak melebihi 0,8% . Kadar asam minyak zaitun hasil penyulingan dapat mencapai 0,1%, dengan kandungan nutrisinya dapat dipastikah telah hilang akibat proses penyulingan dengan suhu sangat tinggi. Dipasar jenis minyak zaitun rafinasi dikenali dengan nama label “pure”, “light”, “extra light” dan “blank” label biasanya  ditulis hanya “olive oil” .

15.Pada perkebunan tradisional pohon zaitun berbuah mulai pada usia 15 tahun, pada perkebunan modern pohon zaitun mulai berbuah pada usia 3 tahun, hal ini karena adanya penggunaan pupuk kimia dan technologi manipulasi genetik. Kecenderungan trend gaya hidup “back to nature” menciptakan pasar baru  untuk buah zaitun dan minyak zaitun tanpa penggunaan pupuk kimia, manipulasi genetik dan pestisida yang disebut secara umum sebagai produk organik.

16.Pada umumnya masa kadaluarsa minyak zaitun adalah maximal 3 tahun mulai dari masa proses pengolahan bahan baku buah zaitun di negara penghasil zaitun. Indonesia bukanlah negara penghasil zaitun, seluruh minyak zaitun yang ada di Indonesia merupakan produk import maka dapat disimpulkan produk zaitun lokal (kode izin MD, PIRT, SP) merupakan hasil repacking (pengemasan ulang) yang tidak mungkin menggunakan masa kadaluarsa produk zaitun 3 tahun, karena sebelum di kemas ulang minyak zaitunnya telah melalui rentang waktu cukup panjang, yaitu masa proses produksi/penyimpanan di gudang exportir, masa perjalanan/pengiriman dari negara asal, masa penyimpanan di gudang importir dan masa penyimpanan digudang perusahaan pengemasan ulang .

 

17.Produk minyak zaitun dalam kemasan kaleng terindikasi terkena paparan zat timah (Sn) ,dengan batas toleransi sesuai standar BPOM maximal sebesar 250 ppm, akan tetapi lain halnya pada minyak zaitun dengan kemasan kaca , kadar cemaran timah akan dapat diminimalisir. Walaupun telah diberikan besaran batas toleransi , akan tetapi ,sedikit atau banyak cemaran timah (Sn) merupakan zat berbahaya bagi kesehatan khususnya bagi ginjal. Demikian juga pada penggunaan kemasan plastik, akan terjadi kontaminasi dari bahan baku kemasan, untuk meminimalisirnya maka pastikan kemasan plastik yang digunakan aadalah kemasan plastik food grade.

18.Pencemaran lingkungan pada lahan pertanian oleh pestisida ,tanpa disadari telah banyak mengkontaminasi hasil pertanian, lebih dari 400 jenis cemaran pestisida (list lebih dari 400 jenis pestisida pada hasil pengujian), akibat tidak terkontrolnya tatacara pengendalian hama seranggga telah terdeteksi diberbagai hasil pertanian, termasuk pada perkebunan zaitun.

19.Minyak zaitun dapat disimpan dilemari pendingin akan tetapi menyimpan dalam pendingin bukanlah cara terbaik, jika terjadi pengembunan dalam botol , maka akan memicu percepatan oksidasi minyak, cara terbaik adalah menyimpan dalam suhu ruangan dengan kondisi gelap gulita (total).

20.Saat ini minyak zaitun khususnya jenis EXTRA VIRGIN merupakan komoditi bernilai tinggi dan yang sangat sering dipalsukan, pastikan minyak zaitun extra virgin yang digunakan memiliki sertifikasi Internasional yang jelas, karena tingginya resiko pemalsuan minyak zaitun skala internasional (baca) , yang korbannya masyarakat di negara yang tidak memiliki budaya penggunaan minyak zaitun, sehingga sangat awam terhadap kualitas minyak zaitun.

19.Minyak zaitun industri kemasan lokal lebih berorientasi penggunaan bahan baku murah dalam bersaing. Hal yang harus diperhatikan bahwa dipasaran banyak beredar minyak zaitun dengan harga murah yang berasal dari minyak zaitun habis masa kadaluarsa yang didaur ulang ataupun minyak zaitun kualitas rendah yang sengaja di import tanpa merk. Harga minyak zaitun extra virgin yang murah bukanlah suatu kelebihan namun lebih dapat dianggap mencurigakan. Pasar minyak zaitun beracuan pada harga internasional yang nyaris seragam dengan kecenderungan semakin mahal setiap tahunnya, jadi sangat mustahil jika ada produk minyak zaitun yang memiliki harga sangat murah dibanding produk minyak zaitun lainnya.