Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Tampilan Terbaik Dengan Mozilla Firefox dan Google Chrome ------ Silahkan Share Artikel Dengan Tombol Social Media Yang Tersedia

Warna, Aroma dan Cita Rasa Minyak Zaitun Extra Virgin

a-olive-oil

Warna, Aroma dan Cita Rasa Minyak Zaitun Extra Virgin pada setiap produk akan selalu memiliki perbedaan konsistensi , bahkan perbedaan ini dapat terjadi pada produk yang memiliki brand/merk yang sama. Perbedaan ini memang sangat sulit dirasakan dengan mengandalkan indera manusia dan hal ini adalah masih dianggap normal selama tidak terjadi perubahan jauh dari karateristik dasar yang telah disepakati dan diatur pada otoritas standarisasi minyak zaitun dari negara asal  produsen.

Kondisi rasa, aroma dan warna minyak zaitun segar dipengaruhi oleh banyak faktor. Penanganan pasca panen dan proses produksi sangat menentukan kualitas  rasa, aroma dan warna hasil produk minyak zaitun. Dengan  adanya standarisasi dan penerapan HACCP/ISo22000 maka penanganan pasca panen dan proses produksi akan selalu dapat menjamin kualitas produk yang dihasilkan.

Hal penting yang harus diingat bahwa ada faktor lain yang tidak dapat dikendalikan dan sangat mempengaruhi kualitas rasa, aroma dan warna minyak zaitun yaitu perubahan cuaca/iklim dan lingkungan di daerah perkebunan zaitun.

Pada setiap panen akan dihasilkan karakteristik buah zaitun yang berbeda dengan hasil panen tahun  sebelumnya, yang tentunya akan juga mempengaruhi karakteristik produk minyak zaitun yang dihasilkan.

Warna minyak zaitun akan berubah sesuai jenis minyak zaitun, umur dan waktu panen. Secara umum minyak zaitun segar memiliki kuning emas kehijauan atau hijau ke emasan. Warna hijaunya akan terlihat secara samar diantara keemasan warna minyaknya atau sebaliknya. Kecenderungan warna hijau yang sangat dominan dapat menandakan adanya zat pewarna khususnya pada minyak zaitun yang melalui proses penyulingan.(baca disini).

Warna kehijauan dari minyak zaitun extra virgin dipengaruhi oleh tingkat kandungan chlorophyll. Kandungan chlorophyll dan zat anti oksidant polyphenol akan terus meningkat seiring kematangan buah zaitun , dan akan bertahap berkurang saat buah zaitun mengalami perubahan warna yang mulai  ditandai dengan adanya bercak keunguan, hingga akhirnya mencapai kadar terendahnya saat buah zaitun menjadi matang dengan warna ungu gelap kehitaman. Oleh karena itu minyak zaitun yang berasal dari buah zaitun berwarna ungu gelap (hitam)  berwarna kuning keemasan bukan hijau keemasan disebabkan memiliki kadar chlorophyll rendah dan cenderung tidak memiliki rasa pedas/getir yang kurang disukai oleh kebanyakan orang eropa, seperti negara spanyol, italy dst.

 

-Nomor 1 sd 5 bahan baku minyak zaitun dengan hasil warna minyak zaitun hijau kuning keemasan, kandungan polyphenol, chlorophyll dan minyaknya tinggi, dengan kecenderungan rasa pahit, getir dan pedas yang terasa ditenggorokan (baca Polyphenol dan nutri zaitun lainnya). Biasanya diproduksi oleh negara Syria, Turki, Yordania, Tunisia,Palestina dan israel.
-Nomor 4 sd 6 bahan baku minyak zaitun dengan hasil warna minyak zaitun lebih cenderung berwarna kuning keemasan, kandungan polyphenol dan minyaknya telah berkurang demikian juga dengan rasa pedas , getir dan pahitnya juga telah berkurang. Biasanya di produksi oleh negara Spanyol, Italia, Yunani, dan Portugis.-Nomor 7 dan 8 biasanya digunakan sebagai salat, asinan (pickel) ataupun hidangan lainnya, biasanya tidak memiliki rasa pahit , getir dan pedas.

 

Zat chlorophyll dalam takaran terbatas pada minyak zaitun extra virgin adalah salah satu zat yang sangat berguna untuk kesehatan manusia dan memiliki manfaat hampir sama dengan antioksidan polyphenol.  Bertolak belakang dengan kegunaan zat anti oksidan pholyphenol yang dapat berfungsi sebagai pengawet alami, zat chlorophyll inilah, yang salah satunya akan merangsang perubahan minyak zaitun khususnya aroma yang dapat berubah cenderung tengik (selain juga diakibatkan reaksi oksidasi), jika terkena paparan cahaya  , khususnya ultra violet secara berlebihan.

Pada beberapa kasus , pewarna hijau sering digunakan pada minyak zaitun untuk meniru kharakteristik adanya kandungan zat chlorophyll, hal ini sering efektif digunakan sebagai sarana strategi pemasaran, meskipun demikian tetap akan terlihat perbedaannya antara minyak zaitun berpewarna dan non pewarna.

Oleh karena itu pemilihan kemasan kaca jernih adalah salah satu cara yang dilakukan oleh produsen minyak zaitun untuk memberikan kesempatan bagi konsumen untuk melakukan pengujian kualitas produknya secara visual, berbeda dengan kemasan berwarna yang sering digunakan sebagai salah satu cara mengaburkan fakta warna minyak zaitun yang kurang berkualitas dengan bersembunyi melalui alasan untuk melindungi minyak zaitun extra virgin dari paparan cahaya.

Paparan cahaya ruangan dalam batasan wajar, tidak akan mengurangi kualitas minyak zaitun secara drastis, akan tetapi minyak zaitun extra virgin sebaiknya dihindari khususnya dari paparan cahaya mengandung ultra violet seperti cahaya matahari dan paparan cahaya yang mengandung panas. Memang agak sulit bagi orang yang baru saja menggunakan minyak zaitun dalam membedakannya, untuk itu mari ketahui indikasi lainnya dari kesegaran minyak zaitun extra virgin. (baca: kemasan minyak zaitun)

Perhatikan beberapa ilustrasi dibawah ini.

Olive-Oils-Many Gambar: berbagai jenis kualitas minyak zaitun mulaidari extra virgin, virgin, extra light(light), extra mild (mild),pomace blending (dicampur) extravirgin, pomace blending(dicampur) minyak bunga matahari).Apakah Anda dapat membedakannya? ,dan menemukan yang mana jenis extra virgin?Seorang ahli minyak zaitun tidak hanya memerlukan deteksi visual, tetapi juga deteksi rasa dan aroma untuk mengetahui kualitas dan jenis minyak zaitun.
SAMSUNG CSC Gambar: Dengan kemasan jernih, maka konsumen dapat secara langsung melakukan pengecekan visual(Tanda “c=color” untuk minyak dengan pewarna, tanpa tanda jenis extra virgin)
 oliveoiltype A. minyak zaitun sulingan tanpa campuran apapun
B.minyak zaitun sulingan campur minyak zaitun extravirgin (blended extra virgin)
C.Minyak zaitun extra virgin murni
 olive A adalah minyak zaitun sulingan berpewarna.
B adalah minyak zaitun extra virgin murni dari buah zaitun dengan kematangan sedang.
C adalah minyak zaitun extra virgin murni dari buah zaitun yang hampir matang.(lihat bahan baku minyak zaitun)


Aroma minyak zaitun
sangat khas akan tetapi sulit untuk dituliskan karena setiap orang memiliki opini dan definisi subjektif berbeda, ada yang mengatakannya seperti aroma apel muda, sebagian yang lain mengatakan seperti rumput segar , dsb, Bagi sebagian orang bahkan memiliki kesulitan mendeteksinya , khususnya bagi orang awam, yang sering tidak dapat membedakan aromanya saat menciumnya secara langsung dari kemasan karena tersembunyi oleh aroma minyak nabati yang pada sebagian besar orang salah didefinisikan sebagai bau agak tengik yang secara samar tercium, hal ini merupakan reaksi kimia normal pada minyak nabati ketika bersentuhan dengan udara yang terperangkap pada kemasan setelah kurun waktu tertentu, hal ini berbeda dengan minyak dengan pengawet kimia yang bertujuan memperlambat proses oksidasi, umumnya digunakan pengawet berupa Propyl Gallate,  Butylated hydroxyanisole (BHA) , butylated hydroxytoluene (BHT), ataupun bahan antioksidan kimia mengandung vitamin E dan C. Bahan pengawet kimia tersebut tadi juga banyak digunakan pada minyak nabati lainnya, seperti contohnya minyak sawit.

Minyak zaitun selain jenis extra virgin, khususnya yang melalui proses rafinasi (penyulingan) memiliki kecenderungan memiliki konsistensi rasa, aroma dan warna yang tahan lama, bahkan setelah disimpan bertahun-tahun , akan tetapi memiliki nutrisi yang sangat rendah, hal ini diakibatkan daripenggunaan pengawet. baca: jenis minyak zaitun

Banyak kesalahpahaman penggunaan minyak zaitun bukan extra virgin, harus dan sangat perlu diketahui bahwa tujuan pembuatan  minyak zaitun bukan extra virgin adalah sebagai minyak goreng rendah kalori dan tidak diperuntukan sebagai minyak yang dikonsumsi langsung, terlebih mengingat adanya penggunaan beberapa zat beresiko bagi kesehatan dalam proses produksinya.

Minyak zaitun extra virgin murni memiliki keterbatasan dalam mempertahankan rasa, aroma dan warnanya, karena hanya mengandalkan zat anti oksidan yang secara alami terkandung didalamnya seperti pholifenol dan chlorophyl. Namun minyak zaitun extra virgin murni kaya akan nutrisi luar biasa yang sangat berguna untuk kesehatan dan pengobatan. Nutrisi luar biasa ini akan mudah rusak akibat dari pengaruh cara penyimpanan dan lingkungan sekitar, antara lain oleh pengaruh cahaya, perubahan suhu dan oksidasi. Penting untuk mempertimbangkan bahwa sebaiknya hanya membeli zaitun dengan ukuran yang mampu dikonsumsi dalam 30 hari setelah kemasan dibuka untuk menghindari penurunan kualitas nutrisi akibat proses buku tutup kemasan selama masa pengkonsumsian.

Pada kondisi penyimpanan dengan paparan cahaya ultra violet dan suhu hangat, khususnya pada etalase toko yang berhadapan langsung dengan cahaya matahari akan mempercepat perubahan kimia pada minyak zaitun yang diproduksi tanpa bahan pengawet, setelah periode tertentu akan ada kemungkinan minyak zaitun akan mengalami kecenderungan perubahan kharakteristik kimia khususnya ether aroma buah zaitun yang sangat khas. Proses buka tutup selama masa konsumsi dan kondisi kelembaban tempat penyimpanan juga sangat berpengaruh kuat terhadap proses oksidasi yang memicu perubahan aroma khususnya. Aroma khas minyak zaitun akan kembali dominan tercium cukup dengan membolak balikan minyak dalam botol beberapa kali, namun sebaiknya Anda tidak terlalu sering melakukan hal ini karena selain ether minyak zaitun ,kandungan zat pholiphenol akan ikut serta mengalami penguapan.

Simpanlah minyak zaitun terlindung dari cahaya langsung, panas dan tutuplah kemasan segera setelah dikonsumsi. Untuk jenis minyak zaitun organik Balsari masukan kembali minyak zaitun ke dalam pelindungnya berupa tabung. dengan demikian akan mendapatkan kondisi gelap gulita dan terlindung dari resiko paparan panas dan kelembaban udara. (baca kemasan minyak zaitun)

Pada minyak zaitun berpengawet biasanya akan lebih lama terjadi perubahan aroma , meskipun disimpan dalam kondisi yang buruk, seperti terkena paparan cahaya matahari langsung dalam waktu lama. Sebaliknya yang terjadi pada minyak zaitun non pengawet , maka cepat atau lambat akan terjadi perubahan aroma , hal ini merupakan hal alami yang tidak dapat dihindari. Pada jenis minyak zaitun extra virgin tanpa pengawet hanya akan mengandalkan kekuatan anti oksidan alami berupa fenol. Produk alami akan mengalami perubahan sesuai sifat dasar alaminya, pada minyak zaitun extra virgin alami terjadi demikian juga, akan terjadi perubahan aroma dan mungkin rasanya  , hal ini terjadi seperti layaknya minyak nabati lainnya yang di akibatkan oleh proses oksidasi alami, akan tetapi perubahan tidak terjadi pada sifat warnanya secara signifikan. Pada kondisi telah trejadi perubahan aroma  , manfaat minyak zaitun extra virgin “ASLI” tetap dapat diharapkan dan dapat dirasakan , kecuali jika memang minyak tersebut bersinggungan langsung dengan cahaya yang kuat atau panas dan memiliki perubahan aroma dan rasa yang sangat drastis. Selama aroma zaitun masih dapat dideteksi dan rasa khasnya masih ada maka minyak zaitun relatif masih dapat diharapkan manfaat untuk kesehatan dalam ukuran tertentu.

Cara untuk mengetes aroma minyak zaitun 

-Cara Cepat

Anda dapat mengocok minyak zaitun extra virgin dalam kemasan secara cepat dalam 5-10 detik, hingga menjadi agak keruh, kemudian langsung menciumnya, aroma minyak zaitun extra virgin akan tercium.

Cara ini tidak dianjurkan karena dapat sedikit mempercepat proses oksidasi dikarenakan terjadinya pemaksaan terlepasnya ether minyak zaitun melalui pencampuran minyak zaitun dengan udara dalam waktu singkat. Cara ini tidak mengapa dilakukan jika Anda termasuk penggemar minyak zaitun yang  rutin mengkonsumsinya setiap hari, sehingga minyak zaitun yang dijadikan test cepat habis dikonsumsi.

-Cara lain

Gunakan gelas bersih yang diisi dengan 3 atau 5 sendok minyak zaitun extra virgin, biarkan sekitar 5-10 detik untuk menghilangkan uap lama yang beraroma seperti minyak nabati lainnya, kemudian tutup bagian atas gelas dengan tangan anda, sementara telapak tangan lainnya ada pada bagian bawah gelas. Goyangkan gelas dengan arah memutar-mutar, sehingga sebagian minyak melumuri bagian dalam gelas lebih banyak, lakukan hal ini sekitar 1 menit, ingat !!! selama proses ini bagian atas gelas tetap dalam kondisi tertutup telapak tangan Anda,  kemudian buka bagian atas gelas dan  cium aromanya. Proses ini bertujuan melepaskan bagian ether (senyawa kimia alami) minyak zaitun yang mudah menguap  dengan menghangatkannya melalui panas tangan Anda, sehingga aroma aupnya dapat Anda cium. Untuk pembanding sebaiknya Anda juga melakukan pengetesan dengan beberapa jenis minyak zaitun lainnya.

Beberapa kasus setelah pengujian kedua cara diatas yang mungkin terjadi adalah
-tidak tercium bau aroma apapun , hal ini salah satu indikasi  minyak zaitun hasil penyulingan dengan atau tanpa pengawet.
-tercium bau zaitun hanya secara samar, maka minyak tersebut merupakan minyak nabati yang dicampur dengan minyak zaitun extra virgin.

Catatan: Cara diatas tetap tidak memberikan jaminan 100% akan keaslian minyak zaitun extra virgin dikarenakan tingginya teknologi bahan kimia sintetis aroma, rasa dan warna. Jaminan yang layak akan didapatkan pada produk yang diproduksi oleh produsen tersertifikasi ISO 9001, ISO 22000, Halal dan khusus jaminan keaslian maka produk organik tersertifikasi  , dapat dipastikan sebgai produk minyak zaitun extra virgin asli. (baca bahan-kimia-pada-minyak-zaitun). Pada saat awal membuka kemasan kadang tercium aroma minyak nabati/vegetable umumnya, hal ini adalah hal yang wajar karena minyak zaitun extra virgin merupakan minyak nabati yang juga mengalami oksidasi rendah akibat adanya udara yang terperangkap dalam kemasan.

BalsariNewMengapa memilih Balsari? (klik disini)

 

Rasa minyak zaitun extra virgin segar memiliki rasa khas buah zaitun yang mungkin sulit di gambarkan dengan kata-kata oleh setiap orang, akan tetapi memiliki kesamaan pada beberapa hal berikut ini, sensasi kental lembut (buttery) dilidah,rasa agak pahit, pedas dan getir di tenggorokan, bahkan mungkin membuat Anda sedikit batuk/tersedak. Hal ini tentu saja sangat  mengejutkan orang-orang yang baru mengenal dan mengonsumsi minyak zaitun, akan tetapi sensasi rasa  agak pahit, pedas dan getir tersebut adalah suatu tanda positif sebagai fitur wajib yang menandakan kesegaran (freshness) dan ke-originalan minyak zaitun. Minyak zaitun yang cenderung memiliki sensasi rasa agak  pahit, pedas dan getir mengindikasikan adanya kandungan fenol (polyphenol) yang sangat menentukan lama atau singkatnya masa kadaluarsa dari minyak zaitun.

Senyawa fenol merupakan senyawa antioksidan yang menjadi salah satu sebab penggunaan minyak zaitun sebagai media pencegahan dan pengobatan berbagai macam penyakit, terutama dengan penyakit yang berhubungan dengan saluran pembuluh darah. (baca)

Harus diperhatikan bahwa sensasi rasa  agak pahit, pedas dan getir dirasakan khususnya pada bagian tenggorokan , saat minyak zaitun akan ditelan adalah tanda adanya zat polyfenol yang mengindikasikan kesegaran minyak zaitun, ini juga dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk memilih minyak zaitun yang akan di konsumsi, sensasi yang sering membuat pengguna awam (baru) terkejut ini, sering juga tertukar dengan adanya rasa sensasi terbakar pada bagian lidah ataupun rongga mulut yang  kadang diiringi aroma bahan kimia sebagai tanda tingginya kandungan bahan kimia pada minyak zaitun kualitas rendah yang terlalu banyak mendapat perlakuan kimiawi, dalam hal ini khususnya terkadang terjadi pada jenis minyak zaitun sulingan .

Pada minyak zaitun extra virgin yang telah berumur lama ataupun berkualitas rendah kecenderungan rasa  pahit, pedas dan getir  serta aroma khas buah zaitun cenderung tidak akan dirasakan. Akan tetapi kecanggihan teknologi telah menemukan cara untuk dapat membuat sensasi rasa, aroma dan warna minyak zaitun lama/berkualitas rendah dapat diperbaiki, walaupun tidak sesempurna kekhususan karakteristik minyak zaitun extra virgin segar yang berkualitas.

Minyak zaitun extra virgin alami yang “ASLI” hanya mengandalkan sifat nutrisinya untuk menjaga kestabilan dayatahannya, oleh karena itu sangat disarankan untuk menggunakan sarana penyimpanan dalam kondisi gelap gulita (terlindung dari cahaya dan panas apapun)  sehingga kondisi nutrisinya terjaga agar dapat memperthankan daya tahan yang lebih lama. (baca Tips menyimpan minyak zaitun)

Untuk mendeteksinya Anda dapat melakukan Tips cara mudah mendeteksi polyphenol. (klik disini)

Dengan memilih produk minyak zaitun organik tersertifikasi maka Anda akan dengan mudah mendapatkan minyak zaitun extra virgin yang benar-benar murni dan berkualitas , silahkan baca tips cara memilih minyak zaitun extra virgin disini

Minyak zaitun organik adalah produk berkualitas premium yang mengandung nutrisi tinggi dan sangat baik untuk kesehatan , serta proses penyembuhan, pada penggunaannya sangat aman dari resiko paparan zat-zar karsinogen yang banyak digunakan dalam industri minyak zaitun seperti pewarna, pengawet dsb. Zat -zat karsiogen dapat berpotensi merangsang gangguan kesehatan seperti kanker dsb. Minyak zaitun organik memiliki kelemahan yaitu lebih rentan terhadap resiko kerusakan akibat paparan panas, cahaya dan oksidasi oksigen karena tidak adanya zat pengawet. Oleh karena itu sangat dianjurkan mengkonsumsi secepatnya atau maksimum dalam 30 hari setelah segel dibuka.

Hal sangat penting  yang  harus diingat dan diperhatikan saat Anda mengkonsumsi minyak zaitun ekstra virgin sebagai makanan sehat dan tujuan pengobatan adalah sebagai berikut:


-Jenis terbaik dari minyak zaitun adalah minyak zaitun ekstra virgin, yang diproduksi sebagai ekstraksi pertama dari juice buah zaitun segar (EKSTRA VIRGIN) dan tanpa proses yang mengakibatkan peningkatan suhu (FIRST COLD PRESSED).


-Pastikan bahwa minyak zaitun yang dikonsumsi merupakan minyak zaitun asli/murni dari jenis ekstra virgin yang diproduksi tanpa campuran apapun seperti campuran minyak lain, pewarna, perasa, pengawet dsb. Tidak ada jaminan keaslian sekalipun produk yang Anda beli adalah sangat mahal, produk import, berlabel kemasan tertulis  ekstra virgin dan penjelasan brosur yang bombastis. Minyak zaitun ekstra virgin yang telah dicampur dengan bahan tambahan menimbulkan resiko kesehatan, bahkan adanya indikasi penggunaan zat kimia seperti pengawet, pewarna, perasa dsb dapat beresiko menimbulkan kanker. Baca bahan kimia pada minyak zaitun


-Cara sederhana mendapatkan minyak zaitun ekstra virgin murni adalah dengan memilih minyak zaitun dengan sertifikasi organik karena minyak zaitun organik hanya ada pada jenis extra virgin, jadi dapat disimpulkan bahwa, "minyak zaitun organik pasti minyak zaitun extra virgin asli/murni", akan tetapi minyak zaitun extra virgin belum tentu organik , dengan kata lain adanya sertifikasi minyak zaitun organik dari lembaga independen terakreditasi memberikan pengakuan kuat bahwa minyak zaitun organik bersangkutan masuk dalam kategori jenis minyak zaitun extra virgin , karena secara tidak langsung ikut terserfikasi sebagai jenis minyak zaitun extra virgin, hal ini sangat penting ditengah maraknya produk minyak zaitun extra virgin palsu dan berkualitas rendah (campuran). -Minyak zaitun organik merupakan minyak zaitun dengan kualitas tinggi yang harus selalu didukung dengan sertifikasi lembaga independent terakreditasi sebagai pengakuannya. Produk organik yang diproduksi tanpa zat pengawet sangat membutuhkan tambahan pelindung baik berbentuk tabung pelindung ataupun botol dengan warna gelap untuk mengurangi resiko pengaruh cahaya dan fluktuasi suhu. Oleh karena itu biasanya produsen minyak zaitun organik selalu memberikan tambahan perlindungan untuk menjaga kualitas produknya ,namun harus juga diperhatikan adanya beberapa kasus penggunaan botol berpewarna gelap justru digunakan untuk menyembunyikan kualitas rendah dari produk minyak zaitun.


Pada ekstraksi minyak zaitun ekstra virgin dengan cara tekan konvensional (tradisional) akan selalu didapatkan endapan partikel sangat halus dari serat buah zaitun yang kadang terlihat didasar kemasan botol transparan seperti kabut tipis yang dapat segera hilang jika botol kemasan beberapa kali dibolak-balikan/digoncangkan. Adanya endapan/sediment di dasar botol pada produk minyak zaitun ekstra virgin dapat juga diartikan sebagai ciri minyak zaitun ekstra virgin segar yang baru saja melalui proses ekstraksi ,biasanya berumur kurang dari 1 bulan dihitung dari tanggal proses ekstraksinya, lalu kemudian segera dikemas kedalam botol. Pada industri pengolahan minyak zaitun skala besar yang ditandai dengan kepemilikan banyak merk dagang atas produk minyak zaitun (daftar merk produk dapat dilihat pada website produsen bersangkutan) ,biasanya dilakukan penyimpanan minyak zaitun dalam jumlah besar sebagai pengamanan stock dalam jangka waktu tertentu. Pada hasil ekstraksi minyak zaitun ektra virgin yang telah disimpan lebih lama ( diatas 3 bulan) maka endapan sedimen partikel halus dari serat buah zaitun akan terkumpul mengendap didasar tangki penyimpanan bukan di botol kemasan.


Minyak zaitun organik bersertifikat organik yang dapat diverifikasi dapat dipastikan akan selalu jenis minyak zaitun ekstra virgin asli/murni tanpa bahan tambahan apapun seperti campuran minyak zaitun kualitas rendah/minyak nabati lain, tambahan bahan pengawet, pewarna, perasa dsb.


-Sebaiknya hanya membeli minyak zaitun dengan ukuran yang mampu dikonsumsi dalam 30 hari setelah kemasan dibuka untuk menghindari penurunan kualitas nutrisi akibat proses buka tutup kemasan (oksidasi) selama masa pengkonsumsian.


-Hindari produk repacking tanpa asal bahan baku yang jelas dapat dibuktikan, standarisasi kualitas yang jelas, maupun tanpa izin dari pihak berwenang seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM.


-Hindari kemasan dengan bahan baku beresiko kontaminasi seperti kemasan plastik, kaleng dst.


-Hindari paparan panas dan cahaya langsung pada minyak zaitun agar nutrisinya tidak rusak. Simpanlah minyak zaitun dalam kondisi suhu ruangan dan gelap gulita.